Review Buku Rich dad poor dad, Seminovel tentang mental kaya vs mental miskin

Buku Rich Dad Poor Dad yang ditulis Robert T Kiyosaki sangatlah popular hingga saat ini. Banyak trainer/ motivator/ coach yang mengambil sumber dari buku-buku yang ditulis oleh Robert T Kiyosaki. Hingga saat ini tercatat ada 18 buku yang ditulis oleh Robert T Kiyosaki. Buku lain yang tidak kalah terkenal adalah Cashflow Quadrant. Buku Rich Dad Poor Dad yang dicetak dalam Bahasa Indonesia tidak begitu tebal sangat nyaman untuk dibaca karena bahasanya yang sederhana namun isinya sangat bermanfaat.

Dalam Rich Dad Poor Dad, Robert T Kiyosaki menuliskan bahwa ayah kandungnya sebagai Poor Dad sedangkan ayah dari sahabat baiknya disebut Rich Dad. Dalam review buku Rich Dad Poor Dad tidak membahas siapa sebenarnya yang menjadi Rich Dad dan Poor Dad. Yang menjadi pokok bahasan adalah Rich Dad adalah personifikasi dari mental kaya dan Poor Dad adalah personifikasi dari mental miskin, that’s the plot!. Jadi buku ini bukan untuk menjelek-jelekan ayah kandung Robert T Kiyosaki tentunya.

Buku ini menurut saya seperti semi novel, satu sisi buku ini memiliki alur cerita penulis tentang mental kaya dan mental miskin (menggunakan teknik personifikasi ayah kaya dan ayah miskin) disisi yang lain juga menghancurkan mental miskin menjadi mental kaya. Sebaliknya apabila judul buku ini diubah menjadi Rich Mindset Poor Mindset, dapat saya pastikan penjualannya tidak akan sehebat judul Rich Dad Poor Dad.

Buku ini hanya membahas tentang mental Kaya dan mental miskin. Untuk memahami bagaimana menjadi kaya ada dibuku berikutnya oleh penulis yang sama dengan judul Cashflow Quadrant. Kembali lagi, hal yang paling membedakan antara mental kaya dan mental miskin adalah mindset yang dimiliki. Buku yang sangat mudah untuk dipahami karena menggunakan konsep perbandingan/ kontras pada setiap keputusan yang dibuat oleh ayah kaya dan ayah miskin.

Sebagai contoh mental miskin (Poor Dad), belajar disekolah sampai lulus kuliah dengan nilai tinggi => bekerja => menghasilkan uang => menabung untuk membeli rumah tempat tinggal secara kredit jangka panjang => menabung sisanya itupun kaluau ada. Pola ini berlangsung seumur hidupnya yang dimana seperti lingkaran setan.


Sebaliknya dari mental kaya (Rich Dad), belajar disekolah sampai lulus kuliah => bekerja => menghasilkan uang => membeli aset produktif => keuntungan dari aset digulung lagi menjadi asset produktif lainnya => berhenti bekerja => menggunakan keuntungan dari aset-aset tersebut untuk memenuhi gaya hidup (membeli rumah, membeli kendaraan) dan lain sebagainya.

Dalam buku ini, ada statement yang popular dan menghebohkan dunia yaitu rumah yang Anda tinggal bukanlah asset, melainkan adalah liabilitas/ beban. Karena asset adalah sesuatu yang menghasilkan penghasilan sedangkan liabilitas/ beban adalah sesuatu yang malah menghabiskan uang. Rumah tempat tinggal adalah liabilitas/ beban karena adanya biaya-biaya seperli listrik, telpon, air, dan bahkan pajak. Sedangkan pengertian rumah sebagai asset apabila rumah tersebut menghasilkan income, seperti disewakan, dijadikan tempat usaha, bahkan untuk dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi dari harga beli. Orang kaya membangun asset. Orang miskin dan kelas menengah membangun kewajiban tapi mengira itu sebagai asset.

Mental miskin menganggap IQ dan nilai akademis menjamin kesuksesan masa depan sedangkan mental kaya mengatakan bahwa Financial IQ dan memiliki skill menjamin kesuksesan masa depan. Mental miskin percaya satu-satunya cara menjadi kaya adalah adalah lulus sekolah dengan nilai sangat baik kemudian bekerja dengan meningkatkan jabatan dan mendapatkan gaji besar, sedangkan mental kaya percaya bahwa diperlukan usaha/ asset untuk mendapatkan penghasilan dan dengan hasil dari asset tersebut digunakan untuk membiayai gaya hidup.

Membaca buku Rich Dad Poor Dad sangat asik dan sederhana, karena prinsip yang kontras tersebut bisa menjadi cermin dan inspirasi untuk memiliki mental kaya. Saya sangat merekomendasikan buku ini untuk setiap orang yang mau memiliki mental kaya. Buku ini masih tersedia di toko buku Gramedia ataupun di market place. So enjoy the book!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: