Review Buku: 100-year-old Man Series by Jonas Jonasson

Hallo smart readers, kembali lagi bersama saya Luki Lin, sudah agak lama saya belum update lagi tentang review buku. Kali ini saya akan review 2 buku sekaligus, yaitu:

  1. The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of the Window and Disappeared.
  2. The Accidental Further Adventures of the 100-Year-Old Man

Kedua buku tersebut ditulis oleh Jonas Jonasson yang berkebangsaan Swedia. Selain 2 buku yang akan saya review, Jonas Jonasson juga menuli novel best seller international lainnya seperti “The Girl Who Saved the King of Sweden”. Well, cukup sekian tentang penulis, sebelumnya saya sebenarnya bukan lah penggemar novel. Namun saat jalan-jalan di Gramedia ada judul yang mengkelitik yaitu “The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of the Window and Disappeared”, karena dalam sekilas pandang saya ini menarik dan membuat saya penasaran, dalam hati saya “apa ya yang bisa dilakukan oleh seorang pria berumur 100 tahun?”. Maka itu saatnya kita review. Here you go, smart readers!!

Secara fisik, buku pertama dari seri 100-Year-Old Man ini berwarna oranye/ orange yang eye-catching. Disampul buku terdapat gambar orang tua sedang menaiki gajah dan dibelalainya ada koper. Aneh ya, justru ini yang membuatnya semakin menarik. Ketebalan buku ini cukup tebal, namun masih nyaman dibaca dengan 1 tangan. Dengan tebal buku 500 halaman, terdiri dari 29 chapter rasanya buku ini akan terasa sangat lama untuk dibaca. Tetapi tidak begitu, saat membaca chapter 1 saya sebagai orang awam dalam membaca novel langsung penasaran karena ceritanya menimbulkan rasa ingin tahu apa yang terjadi setelahnya. Singkat cerita buku ini saya baca dalam waktu 2 minggu, woww. Bukan waktu yang cepat namun siapa sangka saya selesai membaca novel untuk pertama kali (karena biasanya saya membaca buku tentang motivasi, pengembangan diri, bisnis, marketing, dan genre lain yang mirip).

Dari awal cerita ini adalah seorang kakek tinggal di Rumah Lansia hanya dalam beberapa jam lagi menginjak usia 100 tahun, kakek tersebut bernama Allan Karlson. Seluruh anggota bahkan walikota sudah bersiap diri dan hadir untuk merayakan ulang tahun ke 100 Allan Karlson. Dan tebaklah apa yang terjadi. Allan Karlson kabur melalui jendela sehingga bikin heboh seluruh anggota Rumah Lansia. Kemanakan ia pergi?

Membaca buku ini, Jonas Jonasson mengajak kita untuk membayangkan latar belakang negara Swedia beserta kota-kota kecil yang berada di Swedia. Kembali ke Allan Karlson, kakek berusia 100 tahun ini hanya memiliki beberapa uang sebagai uang transportasi bis, entah kemana dia akan berangkat yang pasti tujuannya adalah sesuai dengan uang yang dimiliki saat itu. Ketika menunggu bis, datanglah seorang digambarkan sebagai preman yang menitipkan sebuah koper (saat itu Allan Karlson tidak tahu apa isinya). Bis Allan Karlson pun tiba namun preman tersebut sedang dalam kamar mandi cukup lama sehingga akhirnya Allan Karlson memutuskan untuk membawa serta koper tersebut menemani petulangannya (mungkin bisa dibilang dicuri koper tersebut). Singkat cerita sampailah di Kota Byringe berserta koper yang dibawa (atau dicuri yaa?) disana dia bertemu dengan orang asing kemudian menjadi sahabat terbaik perjalanannya yaitu Julius.

Dalam petualangannya Allan Karlson bertemu dengan Benny (si ahli segala bidang) dan seorang wanita bernama Gunilla dengan gajah peliharaan bernama Sonya. Seiring dengan cerita yang berlangsung dalam novel ini juga menceritakan kembali saat Allan Karlson muda, bagaimana Allan Karlson muda bertemu dengan orang-orang berpengaruh karena keahlian dibidang dinamit.

Oh ya sebelum review lebih dalam, genre novel ini adalah drama komedi yaa. Tapi bukan komedi yang membuat Anda tertawa terbahak-bahak tetapi komedi cerdas, komedi yang sepertinya tidak masuk akal namun akan sangat lucu bila betul-betul dibayangkan setiap kejadiannya.

Ada hal yang menarik yaitu pada chapter 20 dan seterusnya membahas tentang Indonesia terutama Bali. Dalam novel ini membahas bagaimana Indonesia rentan terhadap aksi suap-menyuap uang untuk kepentingan pribadi/ kelompok tertentu bahkan dalam penghargaan bebas korupsi sekalipun. Ini menyentil Indonesia dengan sangat cerdas. Pada chapter akhir, seorang utusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Presiden pada saat itu) yang menanyakan maukah bekerja sama dengan pemerinta Indonesia. Allan Karlson menjawab “dengan senang hati saya bersedia membantu”.

Karakter Allan Karlson dalam buku pertama ini digambarkan sebagai seorang Pria yang menginginkan perubahan dalam hidupnya, juga pribadi yang senang bertualang, mudah berteman meskipun terkadang hal-hal tersebut sangat membahayakan dirinya. Dengan kecerdasan luar biasa dimiliki oleh Allan Karlson ini, terkesan bahwa setiap kejadian membahayakan tetap dalam dilewati dengan tenang oleh Allan Karlson. Saya banyak belajar dari karakter ini. Bacalah buku ini terdapat banyak inspirasi. Salah satu inspirasi yang adalah “tidak ada kata terlambat untuk memulai apapun”.

Lanjut ke buku yang kedua dengan judul The Accidental Further Adventures of the 100-Year-Old Man. Secara fisik buku ini bewarna hijau tua. Tidak se eye-catching buku pertama. Dengan animasi yang lucu pada cover yaitu sebuah balon udara dan sebuah kapal laut militer (dalam novelnya diceritakan milik Korea Utara) menjadi keunikan tersendiri.

Langsung kita review buku kedua ini smart readers, pada chapter awal masih bercerita di Bali, Indonesia. Allan Karlson sudah berusia 101 tahun. Allan pada saat itu sudah memiliki tablet hitam (yang dideskripsikan seperti iPad) menjadi sahabat tidak-hidup didekatnya dan sahabat hidupnya, Julius sudah hadir dari Byringe hingga Bali. Dengan keisengan duo pria tua yang sedang menaiki balon udara bersama-sama sampai-sampai terdampar di Samudera Hindia kemudian didekati oleh kapal perang Korea Utara. Terjadilah penyanderaan kakek-kakek dalam kapal perang tersebut, dengan kecerdasan persuasive Allan Karlson mereka berdua akhirnya sampai di Korea Utara bertemu dengan pemimpin Kim Jong Un. Dengan bualan hetisostat inilah mereka selamat, yang pada akhirnya hetisostat adalah fiktif alias karangan belaka. Allan Karlson digambarkan adalah orang yang sangat cerdik, kecerdikannya tidak berkurang sedikitpun diusia yang ke 101.

Setelah bebas dari bahaya di Korea Utara, sampailah di Amerika bertemu dengan Presiden Donald Trump hingga berkomunikasi dengan Angela Merkel (kanselir Jerman) yang akhirnya dipercaya oleh Allan Karlson untuk menyimpan Plutonium. Bukan Allan Karlson namanya kalua tidak pandai bergaul selama perjalanan di novel kedua ini, pria tua berusia 101 tahun ini ditemani oleh Margot Wallstorm (menteri luar negeri Swiss) pertemuan Allan dan Margot ini sangat kocak. Berlanjut hingga kembali ke kampung halaman Allan Karlson, Swedia berteman dengan Sabine akhirnya ke Kenya berteman dengan Federicka Lenger (seorang agen Jerman).

Dalam novel kedua ini, genrenya lebih terkesan seperti action-komedi. Bagaimana Allan Karlson mengamankan plutonium, bagaimana Allan Karlson mengelabui orang-orang Korea Utara. Segala bahaya dilewatinya dengan tenang dan cerdas. Bahkan saat dikejar mafia pun tetap tenang dan jenaka. Membayangkan novel kedua ini seperti “mission:impossible” dalam bentuk komedi. Ada aksi kejar-kejaran dengan mobil, tembak-tembakan dengan sekelompok mafia.

Intinya saat membaca kedua buku ini tidak perlu memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya melainkan adalah ikuti saja alurnya yang cerdas dan lucu ini.

Harga novel yang pertama seharga Rp 89.000 dan yang kedua seharga Rp 99.000. Untuk smart readers yang sedang mencoba membaca novel, kedua novel ini sangat disarankan untuk dibaca. Meskipun tebal mencapai 500 halaman, bukan hal yang sulit untuk membaca novel ini. Mengisi waktu luang daripada hanya bermain sosial media ataupun game online. Seru deh baca novel ini.

Okay sekian smart readers, silahkan dibeli di toko buku terdekat ya. Dibaca dan alami sendiri keseruannya. Apabila smart readers, ada buku yang ingin direview mohon sampaikan di kolom komentar.

3 Comments on “Review Buku: 100-year-old Man Series by Jonas Jonasson

  1. Selamat siang min , btw makasih banyak buat review buku”nya , membantu banget buat nambahin motivasi buat ngebaca hehehe
    Pengen di review in bukunya Napoleon Hill boleh min? Yang judulnya “Think and Grow Rich” makasih banyak atas perhatiannya min 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: