Review Buku: Business is FUN! by Coach Yohanes G Pauly

Dear smart readers, what a wonderful day!

Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas buku best seller dan pasti sangat disukai oleh pengusaha yang baru mulai ataupun yang sudah kelas konglomerat. Keren banget deh buku ini. Buku yang ditulis oleh Coach Yohanes G Pauly (founder Gratyo) dengan judul Business is FUN! Langsung kita bahas.

Business is FUN! ditulis oleh Yohanes G Pauly

Tampilan cover, terlihat jelas judul Business is FUN! berwarna merah tapi yang bikin menarik adalah latar belakangnya yang mengambarkan satu keluarga bahagia sedang berlibur di pantai dan meninggalkan atribut pekerjaan di pinggir pantai. Covernya beda banget dengan buku bisnis lainnya yang biasanya berupa uang, gedung keren, orang dengan pakaian eksekutif. Mungkin cover berlibur pada Business is FUN! menjadi filosofi tersendiri. Pengertian dari filosofi ini menurut saya adalah pengusaha seharusnya mendapatkan kehidupan dari usahanya, bukan hanya kehidupan yang tersedot untuk keberlangsungan usaha. Buku ini membahas jebakan pengusaha yang membuat pengusaha tidak memiliki waktu untuk menghabiskan waktu bersama keluarga tercinta.

Sesuai dengan tagline pada cover “membangun bisnis sukses yang profitable dan autopilot”, buku ini menekankan pentingnya bisnis supaya menjadi autopilot sehingga pemilik bisnis bisa berjalan-jalan dan hanya bekerja bila mau (ingat bila mau, bukan harus).

Isi dari buku ini dimulai dari kisah Johnny the Kwetiau Man, singkat cerita Johnny adalah pengusaha masakan kwetiau yang paling terkenal dan terenak namun semakin hebat bisnisnya semakin tersedot juga waktunya untuk mengurus bisnis, hasilnya adalah uangnya banyak bisa beli ini itu tetapi waktu dengan keluarga sangatlah minim hingga terjadi bencana lalu Johnny menyesal. Kemudian bertemu dengan Business Coach sehingga usaha Kwetiau tersebut berjalan secara autopilot dan menghabiskan waktu lebih banyak dengan keluarga.

Bahasa dalam buku ini sangatlah santai. Ada banyak hal teknis yang disampaikan namun dengan Bahasa yang sangat sederhana dan menyenangkan. Dalam buku Business is FUN sangatlah terbaca jelas bahwa bisnis memerlukan Certified Business Coach supaya bisnis lebih cepat berkembang dan autopilot. Ada 7 jurus yang tertuang dalam buku Business is FUN! yang smart readers bisa baca dan terapkan dalam bisnis.

Menurut saya buku ini sangat membuka wawasan, membuat saya berpikir. Sebagai pengusaha, apakah seumur hidup saya, sayalah yang mengurus bisnis? Apakah semakin besar bisnis semakin banyak waktu yang saya habiskan untuk mengurus bisnis? Dan dari buku ini semua ada jawabannya, membangun bisnis yang autopilot dan pemilik bisnis bisa jalan-jalan bersama keluarga meninggalkan pekerjaan ditepian sama seperti cover buku Business is FUN!

1 hal terakhir yang tidak kalah penting, yaitu harga. Business is FUN! sebelumnya dijual seharga Rp 345.000. Namun saat ini dijual hanya Rp 90.000 bukan promo. Dijual di toko buku disekitar Anda juga tersedia online dengan harga sama. So, smart readers, ayo tambah koleksi bukumu.

Review Buku: 100-year-old Man Series by Jonas Jonasson

Hallo smart readers, kembali lagi bersama saya Luki Lin, sudah agak lama saya belum update lagi tentang review buku. Kali ini saya akan review 2 buku sekaligus, yaitu:

  1. The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of the Window and Disappeared.
  2. The Accidental Further Adventures of the 100-Year-Old Man

Kedua buku tersebut ditulis oleh Jonas Jonasson yang berkebangsaan Swedia. Selain 2 buku yang akan saya review, Jonas Jonasson juga menuli novel best seller international lainnya seperti “The Girl Who Saved the King of Sweden”. Well, cukup sekian tentang penulis, sebelumnya saya sebenarnya bukan lah penggemar novel. Namun saat jalan-jalan di Gramedia ada judul yang mengkelitik yaitu “The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of the Window and Disappeared”, karena dalam sekilas pandang saya ini menarik dan membuat saya penasaran, dalam hati saya “apa ya yang bisa dilakukan oleh seorang pria berumur 100 tahun?”. Maka itu saatnya kita review. Here you go, smart readers!!

Secara fisik, buku pertama dari seri 100-Year-Old Man ini berwarna oranye/ orange yang eye-catching. Disampul buku terdapat gambar orang tua sedang menaiki gajah dan dibelalainya ada koper. Aneh ya, justru ini yang membuatnya semakin menarik. Ketebalan buku ini cukup tebal, namun masih nyaman dibaca dengan 1 tangan. Dengan tebal buku 500 halaman, terdiri dari 29 chapter rasanya buku ini akan terasa sangat lama untuk dibaca. Tetapi tidak begitu, saat membaca chapter 1 saya sebagai orang awam dalam membaca novel langsung penasaran karena ceritanya menimbulkan rasa ingin tahu apa yang terjadi setelahnya. Singkat cerita buku ini saya baca dalam waktu 2 minggu, woww. Bukan waktu yang cepat namun siapa sangka saya selesai membaca novel untuk pertama kali (karena biasanya saya membaca buku tentang motivasi, pengembangan diri, bisnis, marketing, dan genre lain yang mirip).

Dari awal cerita ini adalah seorang kakek tinggal di Rumah Lansia hanya dalam beberapa jam lagi menginjak usia 100 tahun, kakek tersebut bernama Allan Karlson. Seluruh anggota bahkan walikota sudah bersiap diri dan hadir untuk merayakan ulang tahun ke 100 Allan Karlson. Dan tebaklah apa yang terjadi. Allan Karlson kabur melalui jendela sehingga bikin heboh seluruh anggota Rumah Lansia. Kemanakan ia pergi?

Membaca buku ini, Jonas Jonasson mengajak kita untuk membayangkan latar belakang negara Swedia beserta kota-kota kecil yang berada di Swedia. Kembali ke Allan Karlson, kakek berusia 100 tahun ini hanya memiliki beberapa uang sebagai uang transportasi bis, entah kemana dia akan berangkat yang pasti tujuannya adalah sesuai dengan uang yang dimiliki saat itu. Ketika menunggu bis, datanglah seorang digambarkan sebagai preman yang menitipkan sebuah koper (saat itu Allan Karlson tidak tahu apa isinya). Bis Allan Karlson pun tiba namun preman tersebut sedang dalam kamar mandi cukup lama sehingga akhirnya Allan Karlson memutuskan untuk membawa serta koper tersebut menemani petulangannya (mungkin bisa dibilang dicuri koper tersebut). Singkat cerita sampailah di Kota Byringe berserta koper yang dibawa (atau dicuri yaa?) disana dia bertemu dengan orang asing kemudian menjadi sahabat terbaik perjalanannya yaitu Julius.

Dalam petualangannya Allan Karlson bertemu dengan Benny (si ahli segala bidang) dan seorang wanita bernama Gunilla dengan gajah peliharaan bernama Sonya. Seiring dengan cerita yang berlangsung dalam novel ini juga menceritakan kembali saat Allan Karlson muda, bagaimana Allan Karlson muda bertemu dengan orang-orang berpengaruh karena keahlian dibidang dinamit.

Oh ya sebelum review lebih dalam, genre novel ini adalah drama komedi yaa. Tapi bukan komedi yang membuat Anda tertawa terbahak-bahak tetapi komedi cerdas, komedi yang sepertinya tidak masuk akal namun akan sangat lucu bila betul-betul dibayangkan setiap kejadiannya.

Ada hal yang menarik yaitu pada chapter 20 dan seterusnya membahas tentang Indonesia terutama Bali. Dalam novel ini membahas bagaimana Indonesia rentan terhadap aksi suap-menyuap uang untuk kepentingan pribadi/ kelompok tertentu bahkan dalam penghargaan bebas korupsi sekalipun. Ini menyentil Indonesia dengan sangat cerdas. Pada chapter akhir, seorang utusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Presiden pada saat itu) yang menanyakan maukah bekerja sama dengan pemerinta Indonesia. Allan Karlson menjawab “dengan senang hati saya bersedia membantu”.

Karakter Allan Karlson dalam buku pertama ini digambarkan sebagai seorang Pria yang menginginkan perubahan dalam hidupnya, juga pribadi yang senang bertualang, mudah berteman meskipun terkadang hal-hal tersebut sangat membahayakan dirinya. Dengan kecerdasan luar biasa dimiliki oleh Allan Karlson ini, terkesan bahwa setiap kejadian membahayakan tetap dalam dilewati dengan tenang oleh Allan Karlson. Saya banyak belajar dari karakter ini. Bacalah buku ini terdapat banyak inspirasi. Salah satu inspirasi yang adalah “tidak ada kata terlambat untuk memulai apapun”.

Lanjut ke buku yang kedua dengan judul The Accidental Further Adventures of the 100-Year-Old Man. Secara fisik buku ini bewarna hijau tua. Tidak se eye-catching buku pertama. Dengan animasi yang lucu pada cover yaitu sebuah balon udara dan sebuah kapal laut militer (dalam novelnya diceritakan milik Korea Utara) menjadi keunikan tersendiri.

Langsung kita review buku kedua ini smart readers, pada chapter awal masih bercerita di Bali, Indonesia. Allan Karlson sudah berusia 101 tahun. Allan pada saat itu sudah memiliki tablet hitam (yang dideskripsikan seperti iPad) menjadi sahabat tidak-hidup didekatnya dan sahabat hidupnya, Julius sudah hadir dari Byringe hingga Bali. Dengan keisengan duo pria tua yang sedang menaiki balon udara bersama-sama sampai-sampai terdampar di Samudera Hindia kemudian didekati oleh kapal perang Korea Utara. Terjadilah penyanderaan kakek-kakek dalam kapal perang tersebut, dengan kecerdasan persuasive Allan Karlson mereka berdua akhirnya sampai di Korea Utara bertemu dengan pemimpin Kim Jong Un. Dengan bualan hetisostat inilah mereka selamat, yang pada akhirnya hetisostat adalah fiktif alias karangan belaka. Allan Karlson digambarkan adalah orang yang sangat cerdik, kecerdikannya tidak berkurang sedikitpun diusia yang ke 101.

Setelah bebas dari bahaya di Korea Utara, sampailah di Amerika bertemu dengan Presiden Donald Trump hingga berkomunikasi dengan Angela Merkel (kanselir Jerman) yang akhirnya dipercaya oleh Allan Karlson untuk menyimpan Plutonium. Bukan Allan Karlson namanya kalua tidak pandai bergaul selama perjalanan di novel kedua ini, pria tua berusia 101 tahun ini ditemani oleh Margot Wallstorm (menteri luar negeri Swiss) pertemuan Allan dan Margot ini sangat kocak. Berlanjut hingga kembali ke kampung halaman Allan Karlson, Swedia berteman dengan Sabine akhirnya ke Kenya berteman dengan Federicka Lenger (seorang agen Jerman).

Dalam novel kedua ini, genrenya lebih terkesan seperti action-komedi. Bagaimana Allan Karlson mengamankan plutonium, bagaimana Allan Karlson mengelabui orang-orang Korea Utara. Segala bahaya dilewatinya dengan tenang dan cerdas. Bahkan saat dikejar mafia pun tetap tenang dan jenaka. Membayangkan novel kedua ini seperti “mission:impossible” dalam bentuk komedi. Ada aksi kejar-kejaran dengan mobil, tembak-tembakan dengan sekelompok mafia.

Intinya saat membaca kedua buku ini tidak perlu memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya melainkan adalah ikuti saja alurnya yang cerdas dan lucu ini.

Harga novel yang pertama seharga Rp 89.000 dan yang kedua seharga Rp 99.000. Untuk smart readers yang sedang mencoba membaca novel, kedua novel ini sangat disarankan untuk dibaca. Meskipun tebal mencapai 500 halaman, bukan hal yang sulit untuk membaca novel ini. Mengisi waktu luang daripada hanya bermain sosial media ataupun game online. Seru deh baca novel ini.

Okay sekian smart readers, silahkan dibeli di toko buku terdekat ya. Dibaca dan alami sendiri keseruannya. Apabila smart readers, ada buku yang ingin direview mohon sampaikan di kolom komentar.

Review Buku: Sebuah Seni untuk bersikap bodo amat (terjemahan dari The Subtle Art of not giving a F*ck) – Mark Manson

Hello smart readers, saya panggil smart readers karena orang-orang yang suka membaca adalah orang yang smart seperti Anda. Oke smart readers, kesempatan kali ini saya mau review buku yang sering smart readers lihat di toko buku Gramedia yaitu Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat, buku ini merupakan terjemahan dari buku “The Subtle Art of Not Giving a F*ck” buku aslinya yang berbahasa inggris juga tersedia di Gramedia.

Buku yang akan saya review ini ditulis oleh Mark Manson, berdasarkan tulisan yang dibelakang cover buku. Mark Manson adalah seorang blogger yang berpengaruh di New York. Dalam buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat yang mewakili generasi ini, Mark Manson (seorang blogger superstar yang berpengaruh di New York) menunjukkan pada kita bahwa kunci untuk menjadi orang yang lebih kuat, lebih bahagia adalah dengan mengerjakan segala tantangan dengan lebih baik dan berhenti memaksa diri untuk menjadi “positif” di setiap saat.

Secara fisik, this book comes in handy, enak banget digengam dengan 1 tangan, ringan. Cocok untuk dibawa kemana-mana sambal baca. Warnanya juga didominasi oleh warna orange, sehingga sangat mencolok perhatian. Buku ini tidak tebal meski didalamnya ada sekitar 250 halaman. Harga bukunya saat ini di Gramedia adalah Rp 56.950.

Dalam isinya buku ini ada 9 Bab, setiap kata dan kalimat dibuat dengan Bahasa yang santai. Tidak ada istilah khusus. Mudah di cerna. Buku ini memang cocok menemani saat santai dengan kopi/ teh , hehe. Sesuai dengan judulnya Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo amat berisi tentang kiat-kiat seni yang dipaparkan oleh Mark Manson:

Seni #1: Masa Bodoh bukan berarti menjadi acuh tak acuh; masa bodoh berarti nyaman saat menjadi berbeda.

Seni #2: Untuk bisa mengatakan “bodo amat” pada kesulitan, pertama-tama Anda harus peduli terhadap sesuatu yang jauh lebih penting dari kesulitan.

Seni #3: Entah disadari atau tidak, Anda selalu memilih sesuatu hal untuk diperhatikan.

Dan masih banyak lagi seni yang disampaikan oleh Mark Manson.

Kesimpulan yang bisa saya sampaikan adalah dengan judul “Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat” ini sesuai dengan isinya yang mengalir bebas dan sesuai dengan realita kehidupan sehari-hari. Dengan Bahasa yang ringan, membuat buku ini mudah dimengerti. Dari sisi harga juga tidak terlalu mahal untuk sebuah buku pengembangan diri. Buku ini recommended banget untuk yang masih ragu-ragu tuk jadi diri sendiri.

Oh ya By the way, di website review buku www.lukilin.com juga menerapkan beberapa prinsip yang disampaikan oleh Mark Manson. Salah satu yang saya pahami sungguh-sungguh adalah nyaman saat menjadi berbeda. Ga perlu ikut-ikutan, terlihat kaku. Jadilah diri sendiri, mengalir bebas.

Okay smart readers, demikian review buku yang saya sampaikan hari ini. Oh ya smart readers, kalau ada buku yang mau di review, silahkan komentar dibawah ini yaa.

Review Buku: Life Revolution – Tung Desem Waringin

Dear smart readers, what a wonderful day!

Dear smart readers, pada kesempatan kali ini, saya mau review buku yang ditulis oleh Pelatih Sukses no 1 di Indonesia yaitu Tung Desem Waringin dengan judul buku “Life Revolution”.

Seperti dibawah ini bentuk bukunya, masih menjadi salah satu buku best seller di Gramedia. Pasti yang sering lewat Gramedia sering lihat. Keliatan juga dibukunya dibawah judul adanya tagline “12 ilmu penting dalam kehidupan”. Omong-omong nii, ini adalah buku ketiga beliau setelah “Financial Revolution” dan “Marketing Revolution”. Untuk buku ketiga ini, memang terlihat tidak ada selebrasi yang wah seperti dua buku sebelumnya.

Saat ini di Gramedia buku ini dijual seharga Rp 345.000. Dulu, pada saat pre order, dijual dengan harga yang sama namun mendapat bonus seperti seminar Life Revolution selama 3 hari, juga mendapat voucher diskon di outlet-outlet tertentu. Saat ini bonus pre order sudah tidak berlaku jadi ya beli buku dapet buku.

Dari tampilan cover berwarna mayoritas hitam. Jumlah halaman hampir mendekati 1 rim. Buku ini lebih nyaman untuk dibaca dirumah tentunya.

Buku tebal banget, mungkin ini adalah buku yang paling tebal yang pernah dibuat oleh Tung Desem Waringin. Total halamannya adalah 490 halaman. Dan juga font size serta paragraphnya kecil-kecil. Ada baiknya juga tulisannya agak kecil, karena kalau dibesarkan, buku ini bisa lebih tebal lagi. Tapi masih terbaca koq tulisannya.

Seperti tag line nya “12 ilmu penting dalam kehidupan” buku ini memiliki 12 bab utama yang dimana akan saya review secara sederhana sehingga sahabat review buku ga bosen. Kuy ! kita mulai.

Bab 1: Ilmu Yang Paling Penting Dalam Kehidupan.

Adalah ilmu menyontek, dalam buku ini diajarkan cara menyontek orang-orang yang sudah sukses, berhasil di bidangnya dan bahkan kaya. Pada bab ini mengajak smart readers untuk meniru cara-cara/ usaha-usaha yang dilalui oleh orang-orang yang sudah berhasil. Jangan meniru hasilnya. Misalnya, kalau orang dengan ekonomi pas-pasan meniru gaya hidup orang kaya, ya langsung bangkrut toh. Tapi kalau orang yang ekonominya pas-pasan mau jadi kaya, maka yang ditiru adalah prinsip-prinsip hidupnya, strateginya dari orang yang sudah berhasil tersebut.

Bab 2: Ilmu MBBKM (Menemukan, Bregaul, Belajar, Kerja Sama, dan Memperkerjakan Orang Sukses)

Woww bab ini dahsyat banget, Memperkerjakan orang sukses. Hal ini sangat mungkin terjadi loh. Bahkan dalam bukunya diceritakan secara detil bagaiman Tung Desem Waringin mempertemukan Teddy P Rachmat dengan Martha Tilaar (sekali ketemu, dua gajah diajak).

Bab 3: Ilmu Mengelola Emosi.

Ada quote menarik saat pembukaan bab 3 ini.

Emosi Salah > Keputusan Salah | Keputusan Salah > Tindakan Salah | Tindakan Salah > Hasil Salah | Hasil Salah > Nasib Salah | Nasib Salah > Hidup Salah.

Menarik kan jangan sampai karena emosi salah, hidup jadi salah. Ada lagi nih quote “ Emosi naik, maka intelektual turun. Kalau mau intelektual naik, turunkan emosi, focus solusi.

Joss banget kan ilmu mengelola emosi ini.

Bab 4: Ilmu Berpikir

Ini lebih joss lagi, selama ini kita bersekolah ataupun kerja disuruh mikir. Nah pernah kah selama ini kita diajarin ilmu berpikir?

Dalam bab 4 ini diajarkan secara detil mengenai ilmu berpikir. So dear sahabat review buku, yuk dibaca bab 4 ini sangat bermanfaat.

Bab 5: Ilmu Mengambil Keputusan

Bab 5 ini ga kalah dahsyat dari sebelumnya. Bab sebelumnya sudah dijelaskan tentang emosi dan berpikir. Sekarang saatnya mengambil keputusan. Kalau bole mengutip, saya hanya akan mengutip “apa yang dilakukan setelah melakukan keputusan? Anda wajib tracking”

Dengan seperti ini kita mampu mengikuti perkembangan sehingga kita bisa menilai apakah keputusan ini sudah baik atau bahkan ada alternative keputusan yang lebih baik.

Bab 6: 7 Resep Sukses Anti Gagal

Bab ini sering dibawakan oleh Tung Desem Waringin saat seminar maupun talkshow. Disini membahas:

Resep 1: keyakinan untuk sukses.

Resep 2: Goal wajib SPTM (Spesifik, Positif, Tertulis< Menarik)

Resep 3: Alasan yang kuat.

Resep 4: Belajar dari yang terbaik.

Resep 5: Take massive actions until become habit toward your goal.

Resep 6: Peka, monitor, lapor

Resep 7: Persisten dan Fleksibel

Untuk lebih detil silahkan dibaca ya bab 6 dala bukunya. Sangat dijelaskan secara rinci tahapan-tahapannya.

Bab 7: Ilmu Membuat Kebiasaan Baik dan Membuang Kebiasaan Buruk

Siapa nih yang masih mempertahankan kebiasaan buruk. Yuk dibaca di bab ini. Isi dari buku Life Revolution sesuai dengan tagline nya 12 ilmu penting dalam kehidupan. Karena sukses bisa diraih bila kita memiliki kebiasaaan- kebiasaan orang sukses. So jadi maukan punya kebiasaan-kebiasaan orang sukses. Salah satu kebiasaan penting orang sukses adalah membaca loh. Yuk lebih konsisten dalam membaca, saya juga.

Bab 8: Ilmu Kesehatan

Tak Ketinggalan juga, beliau bercerita tentang pengalaman kesehatan yang selama ini dialami beliau ataupun kerabat dekatnya. Di bab 8 ini juga dijelaskan tentang Teknik pernafas Wim Hof yang popular di Youtube.

Bab 9: Ilmu Kecerdasan Keuangan

Nah ini yang saya tunggu, kecerdasan keuangan. Kembali pada buku ini dijelaskan bahwa income ada 3 jenis yaitu active income, passive income, portfolio income. Untuk bab ini sangat ada hubungan dengan buku financial revolution.

Selain income dijelaskan juga mengani pengeluaran, ada lowh pengeluaran produktif, konsumtif, tampak produktif padahal konsumtif, tampak konsumtif namun sebenarnya produktif.

Tampak konsumtif namun sebenarnya produktif adalah salah satunya membeli buku.

Bab 10: Ilmu Marketing

Setelah diajarkan ilmu kecerdasan keuangan, di bab 10 ini diajarkan cara mendapatkan uang melalui marketing. Pada bab ini dijelaskan tentang prinsip-prinsip marketing. Kalau baca bab ini sepertinya déjà vu dengan buku marketing revolution yaa. Selengkapnya memang ada di buku Marketing Revolution yang juga ditulis oleh Tung Desem Waringin.

Bab 11: Ilmu Mendesain Hidup

Di Bab 6 dijelaskan tentang goal yang harus SPTM, bab 11 bercerita tentang mendesain hidup. Dimuali dari

  • Siapa Anda?
  • Arti hidup
  • Misi Hidup
  • Ilmu Memberi Arti
  • Apa yang paling penting dalam hidup Anda
  • Apa aturan main/ syarat untuk Anda menderita?
  • Apa pertanyaan utama yang sering Anda tanyakan untuk diri Anda sendiri?
  • Desain hidup Anda dengan lebih baik dengan mendesain kebiasaan Anda.

Tahapan-tahapan tersebut dipaparkan sangat detil. Detil banget.

Bab 12: Ilmu Keluarga Harmonis

Ini wajib dibaca bagi yang mau nikah ataupun sudah nikah. Yang belum nikah, you are lucky. Karena sebelum menikah Anda sudah punya ilmunya dulu. Yang sudah nikah bagaimana? Tenang, saya doakan keluarganya selalu harmonis. Mau lebih harmonis? Silahkan baca bab ini.

Yups usai sudah review buku yang pertama. Oh ya kalau sahabat review buku memiliki ide buku yang akan direview silahkan isi di kolom komen yaa.

Kenapa Review Buku?

Hello Everybody,

saya Luki Lin, seneng banget akhirnya bikin website untuk melakukan review buku. Kenapa saya mau melakukan review buku? Setelah membaca banyak buku kayaknya kurang afdol kalau saya tidak berbagi. Ya meskipun sederhana, diharapkan review buku ini bisa menjadi inspirasi untuk sahabat.

Menurut salah satu berita di detikcom pada tahun 2019, minat baca di Indonesia ada di peringkat 60 dunia dari 61 negara. Tetapi berada di peringkat 5 dunia untuk penggunaan internet dan smartphone di dunia, masih dari sumber yang sama. Phieww, beda jauh ya antara kegiatan membaca dengan penggunaan smartphone.

Dengan memanfaatkan teknologi internet dan website, saya sangat ingin berbagi ilmu dan pandangan dari buku-buku yang saya baca. Sayang banget kan kalau cuma disimpan sendiri. Juga dengan harapan mampu menginspirasi smart readers supaya betul-betul membaca buku sepenuhnya, toh saya cuma review, bukan bedah buku sampai ke akar-akarnya, hehe. 

So, ga lama-lama lagi, saya akan mulai posting review buku yang sudah saya baca. Sahabat review buku jangan hanya dapat informasi dari saya tapi juga harus beli dan baca loh. DIBACA YAA BUKUNYAA !!! 

Oh ya smart readers, kalau ada buku yang mau saya review, silahkan komen yaa. Buku-buku seperti motivasi, bisnis, keuangan, pengembangan diri, saya siap melakukan reviewnya.

Asal jangan minta saya review buku manual kipas angin/ magicom yaa.

Kamu harus rajin belajar dan membaca, jangan ditelan sendiri. Berbagilah dengan teman-teman yang tak mendapat pendidikan.” ― Wiji Thukul 

Hanya sebagian yang saya tampilkan. karena raknya berantakan, hehe.